Jumat, 30 April 2010

mungkin akhir

Jika bulan berhenti menerangi malam
Jika bintang cahya’a meredup
Maka akan seperti apa hati q?
Jika hari berjalan tak ada senyum yang mengiringi
Jika langkah itu tak pernah terarah
Maka akan seperti apa hidup q?
Jika setiap kerlingan mata itu yg ada hanya tetesan
Jika hati itu malah berduka
Maka akan seperti apa perasaan q disana?
Jika hidup ini dapat berjalan tanpa matahari
Jika hidup ini kan terus berputar tanpa rotasi
Jika semua itu dapat berjalan hanya 1 arah
Maka akankah kehidupan ini layaknya menjadi seorang yg tak berkaki..
Tak bernyawa…tak ada harapan…
Andai dan andai
Jika dan jika
Hati q tak inginkan kata andai
Hidup q tak inginkan kata jika
Karena q yakin.. dengan atau tanpa aq pun, kalian akan tetap meneruskan langkah ini

Kamis, 18 Februari 2010

manusia yang bermoral

Aku itu munafik.
Sesungguhnya aku sulit sekali bagaimana caranya agar orang yg berkata aku munafik itu dapat mengerti. Hal kecil ketika seorang insan yg sedang menjalin kasih antara A dgn B, maka ketika cinta yg ia berikan berbuah menjadi nafsu yg besar yg terkadang sangat sulit dikendalikan. Jika pada kasus ini A itu seorang Pria dan B itu seorang wanita. Ketika cinta menggebu-gebu, menggelora di dalam dada..pada situasi ini tidak jarang insan tersebut lupa apa arti cinta sebenarnya, lagi-lagi kata cinta selalu di permasalahkan, padahal cinta itu anugerah dari Sang Maha Cinta.
Misalnya saja A menginginkan pembuktian dari B bahwa jika benar B mencintainya maka B harus dapat mewujudkan segala keinginan yg didasari nafsu. Lalu B menolak secara halus keinginan A tersebut . dan dengan telak A berkata kepada B bahwa B bohong. B tidak benar-benar mencintai A. Pada contoh kasus ini, bukan berarti B memiliki kelainan atau apa yg dikatakan A kepada B itu benar. B hanya merasa hal tersebut tidak pantas dilakukan. Bukan berarti B tidak memiliki keinginan apa yg diinginkan A. hanya saja B memiliki moralitas yg lebih tinggi di banding A. Sehingga dalam hal ini, hati nuraninya lebih berbicara atau memegang kendali dari hatinya sendiri.
Andai saja semua manusia memiliki moralitas yang tinggi. Segala macam kejahatan tidak akan pernah ada. Dan itu semua tergantung dari diri kita masing-masing. Dan tanyakan pada diri kita masing-masing “ apakah kita termasuk orang yg masih memiliki moral?”

Minggu, 14 Februari 2010

:)

Hari ini tanpa sengaja ku buka lagi file-file yang ada di laptop ku. Dan tanpa sengaja juga aku membuka file yang ku beri nama story.. di story itu ada banyak sekali kisah-kisah cerita yg semakin ku baca semakin menyadarkanku. Cerita itu berkisah tentang seorang pujaan. Ia memiliki sosok pujaan yang ia damba. Hingga ia rela mencari tau tentang pujaannya itu bertahun-tahun lamanya. Dan sampailah ia melihat sedikit demi sedikit perubahan pada sang pujaannya. Sampai membuat ia penasaran dan ia mengikuti sang pujaannya melangkahkan kaki indahnya. Ternyata sang pujaan hatinya terhenti langkahnya pada sebuah gedung yang sedang mengadakan seminar tentang keislaman. Dan tanpa disadarinya ia pun ikut menyimak seminar tersebut hingga ia sedikit terlupakan dari sosok pujaannya. Dan dari seminar itu lah yang membuatnya menjadi sadar bahwa Allah bukan hanya sebagai pencipta, melainkan Dia juga sebagai pengatur. Segala sesuatu diatur oleh-Nya, termasuk segala perbuatan kita. Dan Islam mempunyai semua aturan itu". Maka kini ia tau bahwa Allah lah dan Rasul-Nya lah yang harus ia cari tau lagi agar kepahamannya tentang islam semakin baik. Dan ia menyerahkan segala perasaan yang ia miliki pada sang pujaannya itu pada Allah. Sehingga ia berkata kalau memang jodoh pasti takkan kemana. Dan diakhir ceritanya ia berkata kini aku bukan lagi anak SMA atau mahasiswa karena aku sudah dewasa, aku sudah bekerja. Dan kamu tau kini aku tau siapa nama sang pujaan ku. Nama itu tertulis diatas tinta emas di kertas undangan yang disampingnya tertulis namaku xxx.SE.

Subhanallah..... cerita ini begitu menyadarkanku hingga mataku terasa pedih. Dan dengan begitu aku semakin tau bahwa betapa banyak kesalahan yang telah aku lakukan yang sebenarnya tak pantas dilakukan oleh seorang muslimah yang ingin menjadi seorang muslimah yang baik. Ya Allah... aku semakin malu pada-Mu. Aku malu dengan segala keluhan-keluhanku pada-Mu. Maafkanlah aku yang kurang bersyukur ini Ya Allah...
Kini hatiku semakin mantap dengan tujuanku untuk segera dan secepatnya menunaikan kewajibanku demi menggapai cita-cita. Tak perlu aku berpikir nanti aku menjadi apa kini yang harus ku pikirkan yaitu sekarang apa yang akan ku lakukan?tak peduli bagaimana hasilnya nanti yang jelas waktu ku kini hanya berusaha semampu ku dan diiringi dengan doa agar pertanyaan sebelumnya dapat ku jawab sekarang pada waktu nanti.

J4U

Ikhlaskanlah aku pergi bersama angan-angan baru ku…
Terbang bersama burung-burung yg terbang meninggalkan musim dingin…sedingin perasaanmu padaku..
Jangan kau salahkan aku lagi ketika aku pergi..
Karena ketika aku ada… kau tak pernah ada untuk aku..
Kau tak pernah menoleh sedikitpun kepada segala perjuangan-perjuangan ku u/ membuatmu tersenyum walau satu kali..
Aku selalu salah dihadapanmu..
Jika kamu telah memberikan kesempatan kedua pada ku.. maka aku telah memberikan kesempatan yg k-1000 u/mu..tp kau tak pernah sadari itu..
Jika kesempatan yg kau beri u/ku hanya u/ menguji ku maka sudah habislah air mataku u/menangisimu
sudah habis tenagaku u/mengertimu…
ntah apa tanggapanmu padaku..
hanya Allah yang tau berapa liter kubik air mataku menetes tak terasa karenamu…
dan hanya Allah yg tau seberapa besar aku pertahankan hubungan rusak ini
its called breakup because its broken (putus ya putus ajah)
aku bukan terbaik untukmu…
aku mundur karena dinginmu yg tak pernah berganti semi..
hancurnya hati ini seperti kerikil bebatuan yg terbentuk krn hujan yg dingin

Minggu, 10 Januari 2010

Inilah jalan-NYA

Lagi-lagi aku menemukan kata. Yah, inilah jalan-Nya.
Tak pernah terbersit olehku akan jd apa aku nanti. Dari mulai aku belajar mengucap kata hingga bermain angka. Dan ternyata aku lebih suka angka. Dengan melihat angka-angka itu bergentayangan dimana-mana, disitulah semangat dan keceriaan ku ada.
Dimulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, aku memilih bidang natural science. Kenapa musti IPA? Karena disana banyak sekali bergentayangan angka-angka yang ku suka. Aku tak pernah merasa lelah untuk berkutat dengan angka. Tetapi…tidaklah ada yang sempurna di dunia ini. Aku pun pernah membenci angka. Kenapa? Karena aku yang kurang bersyukur ini akhirnya harus wajib menerima bahwa aku turun dari 1 ke 2. Dan mulai sejak itu aku kembalikan sebisa aku untuk merubah angka 2 menjadi 1. Dan aku berhasil!
Selain mudah puas diri dengan apa yang aku raih, aku juga termasuk orang yang sulit beradaptasi. Ketika aku duduk di kelas 1 SMA, aku tak menonjolkan sedikitpun kemampuanku. Aku hanya memendam kemampuan yang ku punya. Dengan bersikap seperti acuh dengan semua pelajaran. Tapi ketika ulangan, aku takan membiarkan kemampuanku itu ku pendam. Terbukti bahwa aku tak pernah remedial. Mungkin untuk lingkungan baru dan guru-guru baru yang belum mengenal aku, mereka akan berpikir aku menyontek. Arrrghhh… kata-kata menyontek itu aku muak. Jujur aku dari mulai mengenal angka, aku tak pernah menyontek hingga kini. Kembali lagi ke kelas 1. Lucu bila aku mengingatnya sekarang. Karena dengan kemampuanku yang terpendam akhirnya teman-temanku yang menuai hasil. Ntah aku bodoh atau memang enngan menunjukkan kemampuan diri, hingga dari tugas yang aku kerjakan, tapi malah temanku yang maju ke depan dan mendapatkan nilai bagus, hingga menjadikan temanku meraih posisi ke 4. Dan aku???? Aku tak mendapatkan apa-apa. Posisi 16 lah yang harus ku terima.
Ketika kelas 2, kejadian kelas 1 itu takan ku ijinkan untuk terulang kembali. Dengan didampingi teman-teman yang baru, yang hanya sedikit mengenal ku ketika kelas 1. Dan menurutku, inilah waktunya.
Aku yang kurang PD, harus belajar PD dan berkata dalam hati: tunjukkanlah yang mereka tak ketahui dari kamu. Aku ingat sekali ketika aku belajar untuk PD mengerjakan tugasku di depan kelas yaitu pada tugas fisika. Fisika yang awalnya aku benci…. Kenapa? Karena aku tak suka dengan gurunya. Yang menurutku berbelit-belit menjelaskan rumus-rumus dari bapak einsten itu. Dan lagi, aku pernah dilarang masuk kelas, gara-gara aku telat masuk kelas karena shalat Dhuha. Tapi aku ke kelas bersama teman-temanku yang habis mangkal di kantin. Mulai sejak itu aku benci sangat dengan fisika.
Dan ketika kelas 2, seperti mendapat mimpi buruk. Ternyata guru fisika ku itu adalah guru fisika kelas 1 ku. Oh Tuhan….kenapa ketika aku mau berubah, aku harus diajar dengan guru ini lagi? Awalnya aku mengurungkan niatku untuk menjawab soal fisika itu di depan kelas, karena kekesalan ku dengan gurunya. Siapa yang tak kesal jika ingat kejadian ketika aku dilarang masuk n mengikuti pelajaran fisika selama 2jam, hanya karena aku shalat Dhuha yang mengakibatkan aku telat masuk. Argghhh sudahlah yang lalu biarlah berlalu. Dan aku ingat ntah perkataan dari siapa? Orang itu berkata:” jika kamu menginginkan pelajaran yang sulit itu menjadi mudah dan pelajaran yang menjadi musuhmu itu jadi temanmu, maka kenali dan sukai pengajarnya”
Hmm, okelah aku coba membuktikan kata-kata itu.
Akhirnya aku maju ke depan kelas sambil berkata: “ pa saya mau coba menjawab”
Lalu setelah ku menulis jawabanku di white board, bapak itu bilang:”yah jawabannya benar”
Subhanallah, Alhamdulillah. Akhirnya aku bisa buktikan ke bapak itu bahwa aku bisa. Dan setelah kejadian itu, aku jadi PD menjawab semua soal di papan tulis. Hingga aku mendapatka posisi ke-3 pada semester 1 dan posisi pertama pada semester 2. Alhamdulillah, akhirnya aku dapat melihat angka posisi itu di raport aku lagi.
Aku menyukai fisika hingga kelas 3. Bukan karena teori-teorinya atau aku hafal rumusnya. Itu tidak benar sama sekali. Kalau ada yang Tanya sekarang tentang rumus fisika, mungkin aku lupa. Lalu apa yang membuat aku menyukainya? Menurutku fisika itu sulit ketika aku tak memahaminya, dan mudah ketika aku berhasil menaklukan soal-soal yang menjebak.
Hingga kelulusan pun akan ku songsong. Dan aku lolos menjadi mahasiswi universitas padjadjaran bandung 2008, administrasi Negara. Ketika aku bertemu dengan guru fisika ku kelas 3, beliau bertanya: “ masuk mana mei?” aku jawab:”Alhamdulillah, UNPAD pa”
Bapak itu berkata:” weeeeh hebat kamu, ambil jurusan apa?”
Aku jawab:”Administrasi negara”
Bapak itu bilang:”iiih kamu mah… aiii kamu… kenapa malah milih itu. Kirain mau lanjutin perjuangan bapak menaklukan fisika”!
Aku dan berkata dalam hati. Maafin mei ya pa, mungkin ni udah jalan-Nya, dan ini yang terbaik untuk semua.^^
Dan lucunya lagi di jurusan ini, pelajaran kewarganegaraan lah yang menonjol. Arghhhh lagi-lagi aku harus mulai menyukai pelajaran yang ku benci. Tak ada semangat di jurusan ini tanpa ada angka-angka. Ntah kapan ceritaku ini harus berubah? Untuk yang sekarang aku belum menemukan cara agar aku dapat menyukai jurusan ini! Padahal sudah ku coba untuk merubah teori itu menjadi sebuah rumus. Tapi kurang seru, karena aku tak menemukan angka didalamnya. Yeah intermezzonya sih ada… ya untuk semester ini aga sedikit cerah karena aku bertemu pelajaran statistic. Ntah IP kun anti memuaskan atau tidak?tapi aku akan terus berjuang keras untuk merubah teori-teori itu menjadi suatu yang menyenangkan. Kalau bisa, membuat teori itu menjadi sebuah rumus angka yang akhirnya ku temukan temuan baru yang kreatif. Ntah kapan? Semoga bisa. < Amien ya Rabb>

;;

Template by:
Free Blog Templates