Minggu, 14 Februari 2010
Hari ini tanpa sengaja ku buka lagi file-file yang ada di laptop ku. Dan tanpa sengaja juga aku membuka file yang ku beri nama story.. di story itu ada banyak sekali kisah-kisah cerita yg semakin ku baca semakin menyadarkanku. Cerita itu berkisah tentang seorang pujaan. Ia memiliki sosok pujaan yang ia damba. Hingga ia rela mencari tau tentang pujaannya itu bertahun-tahun lamanya. Dan sampailah ia melihat sedikit demi sedikit perubahan pada sang pujaannya. Sampai membuat ia penasaran dan ia mengikuti sang pujaannya melangkahkan kaki indahnya. Ternyata sang pujaan hatinya terhenti langkahnya pada sebuah gedung yang sedang mengadakan seminar tentang keislaman. Dan tanpa disadarinya ia pun ikut menyimak seminar tersebut hingga ia sedikit terlupakan dari sosok pujaannya. Dan dari seminar itu lah yang membuatnya menjadi sadar bahwa Allah bukan hanya sebagai pencipta, melainkan Dia juga sebagai pengatur. Segala sesuatu diatur oleh-Nya, termasuk segala perbuatan kita. Dan Islam mempunyai semua aturan itu". Maka kini ia tau bahwa Allah lah dan Rasul-Nya lah yang harus ia cari tau lagi agar kepahamannya tentang islam semakin baik. Dan ia menyerahkan segala perasaan yang ia miliki pada sang pujaannya itu pada Allah. Sehingga ia berkata kalau memang jodoh pasti takkan kemana. Dan diakhir ceritanya ia berkata kini aku bukan lagi anak SMA atau mahasiswa karena aku sudah dewasa, aku sudah bekerja. Dan kamu tau kini aku tau siapa nama sang pujaan ku. Nama itu tertulis diatas tinta emas di kertas undangan yang disampingnya tertulis namaku xxx.SE.
Subhanallah..... cerita ini begitu menyadarkanku hingga mataku terasa pedih. Dan dengan begitu aku semakin tau bahwa betapa banyak kesalahan yang telah aku lakukan yang sebenarnya tak pantas dilakukan oleh seorang muslimah yang ingin menjadi seorang muslimah yang baik. Ya Allah... aku semakin malu pada-Mu. Aku malu dengan segala keluhan-keluhanku pada-Mu. Maafkanlah aku yang kurang bersyukur ini Ya Allah...
Kini hatiku semakin mantap dengan tujuanku untuk segera dan secepatnya menunaikan kewajibanku demi menggapai cita-cita. Tak perlu aku berpikir nanti aku menjadi apa











0 komentar:
Posting Komentar